Opini

Yang Kritis ditendang, Penjilat Disayang

Jejakpenulis.com – Semakin hari ketidakprofesionalan pengelolaan negeri ini semakin dipertontonkan. Mewabahnya virus covid 19 tidak juga menyadarkan para petinggi negeri untuk intropeksi diri.

Bukan hanya pejabat dan para staf khusus, orang-orang yang gencar membela pemerintah semakin tampil dengan menduduki pos-pos penting di BUMN.

Menyingkirkan orang-orang baik dan lurus di negeri ini adalah sebuah agenda besar pemerintah. Para pejabat yang mau menjilat pantat penguasa akan mendapat kedudukan dan jabatan.

Lihat saja sang juru bicara kepresidenan, Ali Muktar Ngabalin setelah jilat sana jilat sini sejak Juli 2018 dia mendapat hadiah sebagai salah satu komisaris di Angkasa Pura Satu.

Kemudian ada politikus partai Nasdem, yaitu Ade Irma Suryani juga salah satu sosok yang dekat dengan rezim saat ini menduduki salah satu komisaris di Pelindo, sedangkan Refly Harun yang dikenal cukup kritis didepak dari jajaran komisaris Pelindo.

Dari seorang Said Didu yang “membangkang” menteri Rini hingga sekarang Refly Harun juga harus turun dari jajaran pengelolaan BUMN. Sudah terlihat, begitu maraknya nepotisme di negeri ini. Pun begitu pula proyek kartu pra kerja sang Presiden ujung-ujungnya adalah sebuah nepotisme.

Begitulah kedekatan dengan rezim itu sudah menghilangkan profesionalitas dan legalitas. Berfikir keuntungan sesaat dengan aji mumpung adalah sebuah keharusan. Di sisi yang lain rakyat harus bersusah payah mempertahankan hidup, bahkan ada yang mati kelaparan tidak bisa makan.

Nepotisme sudah meracuni rezim. Membuat berbagai kebijakan yang menyengsarakan dan tidak berpihak kepada rakyat adalah watak pemerintah kita. Namun herannya, masih banyak saja para pendukung rezim tidak merasa dibodohi.

Bagi para pendukung fanatik itu pemerintah selalu benar, meski pemerintah mengajak masuk jurang sekalipun bagi mereka adalah sebuah kebenaran.

Sungguh kedzoliman rezim yang nyata.

Salam waras.

Baca juga, Ironi di Tengah Pandemi, atau tulisan menarik lainya dari Purwa Ananta

Penulis adalah pegiat literasi, aktif menulis di Komunitas Bisa Menulis dan Bumi Aksara. Memiliki prinsip hidup untuk selalu berbuat baik dan bermanfaat bagi sesama.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!